Tips Menyimpan Cabai

Dear,

Inih saya mau membagi sedikit info yang saya dapat dari internet.

cabeBAGI keluarga pencinta masakan pedas, cabai adalah salah satu bahan makanan yang wajib tersedia. Karena banyak mengandung air, cabai tentu mudah busuk. Sayang bila terbuang, kan? Apalagi saat harga cabai naik.

Siti Nurhidayah R SKM MKes punya tip menyimpan cabai. “Cuci lombok, lalu tiriskan. Setelah itu, baru simpan di lemari es,” sarannya. Agar lebih tahan lama, masukkan cabai ke dalam plastik kering terlebih dahulu. Berkurangnya air di kulit cabai mengurangi proses pembusukan.

Sedangkan tangkai cabai tak perlu dibuang. “Biarkan tangkainya saat penyimpanan. Membuang tangkai cabai berarti membuka jalur udara masuk ke dalam cabai yang mempercepat pumbusukan,” jelasnya.

Satu lagi langkah mengawetkan bahan makanan berasa pedas ini, yakni dengan pengeringan. Caranya, setelah dibersihkan, cabai dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering, masukkan cabai ke dalam toples kering, baru disimpan. “Cabai kering biasa dilakukan untuk mengantisipasi saat harga cabai mahal,” ujarnya. Sayang, cara mengawetkan seperti ini membuat kandungan vitamin C dalam cabai kering berkurang drastis. Sedangkan betakaroten masih bisa dipertahankan.

😉 Itulah sedikit info yang saya bagi dalam kesempatan inih. Tunggu yang selanjutnyah yah B-)

Me,

@};- Prity

Kapan Kita Kemana?

Byuh, ndak kerasa ternyata kita lulus uda hampir setaun. Kalo taon lalu, pas bulan gini ini kita masi pada bingung mau merangkak di jalan yang mana.

Yang punyak dana berlebih mungkin milih jalan buku, alias kuliah. Sebut saja aliran kuli-ah. Terus ada yang milih jalan keringet, ato langsung kerja. Kita sebut aja aliran kuli-beneran. Sementara yang kerja sambil kuliah, kita sebut sebagai aliran kuli-kuat. Karena kuat mbagi waktu antara kerjaan sama kuliah.

Semua aliran kuli itu sama² punyak kelebihan ama kekurangannya masing². Aliran kuli-ah biasanya ndak bisa ngerasain gimana nikmatnya gaji-buta™ dari kantor yang biasa diterima penganut aliran kuli-beneran. Sebaliknya, penganut aliran kuli-beneran ndak bisa ngerasain gimana bingungnya nyegat metromini di tengah jalan tol. (yang ini ndak usah terlalu diperhatikan, lah)

Kalo kita menganut aliran kuli-kuat, mungkin lain lagi ceritanya. Kuli-kuat itu selain bisa makan gaji-buta™ juga bisa ngerasain gimana enaknya berangkat-pagi-pulang-hampir-pagi. Tapi karena mereka itu orang kuat, hal seperti itu ndak masalah buat mereka.

Terus, Kapan Kita Kemana?